Insan mana yang tak akan berkuyu hati ketika dia kehilangan pasangan terkasihnya? Terlebih bagi mereka yang telah menginjak usia perak atau seperempat abad. Ya, di Indonesia sendiri, usia 25-an, biasanya dia sudah memiliki seorang buah hati yang menggemaskan. Paling tidak, sudah mengucapkan janji setia jari manis dengan pasangannya.

Tapi apa kabar kamu yang baru saja putus cinta di usia ini? Sebuah ujian yang sangat berat tentunya. Mengingat usiamu sudah tak lagi muda untuk berpetualangan dengan cinta remaja. Dan kali ini, Hipwee akan mengungkap bagaimana rasanya jadi orang berusia 25 tahunan yang baru putus cinta. Apakah kamu juga mengalaminya?

1. Kamu akan merasa bahwa karier lebih penting daripada segala hal. Apalagi menikah, itu urutan kesekian!

Karier adalah utama. via stocksnap.io

Putus cinta di usia 25-an lantas membuatmu berpikir kembali, bahwa cinta hanyalah bumbu dalam sebuah kehidupan nan semu. Pekerjaan adalah jalan paling bijak untuk membuat hidupmu menjadi lebih baik. Meski sebenarnya berfokus pada karier merupakan pengalihan dari rasa sakit hatimu yang tak tertahankan. Lambat laun, kamu akan berpikir bahwa menikah, berada di urutan kesekian dalam kamus hidupmu.

2. Tapi kadang kamu akan merasa sangat kesepian, pekerjaan yang selama ini kamu perjuangkan, untuk siapa selain untuk orang tua?

Pengen kencan. via www.pexels.com

Advertisement

Saking asyiknya kamu berurusan dengan karier, kamu senantiasa mendedikasikan kebahagiaan untuk kedua orang tuamu. Semuanya demi mereka berdua, termasuk juga kakak atau adikmu semata. Tapi di antara kebahagiaan ini, kamu sangat merasa kesepian. Tak ada seseorang yang spesial di hatimu. Tak ada agenda nonton sepulang kerja, makan malam berdua, vakansi di akhir pekan, dan sebagaimana para kekasih memadu asmara. Kamu sangat kesepian.

3. Seperti kontradikif, kamu pun kerap menelan senyum pahit ketika melihat teman-temanmu sudah menimang anak yang lucu dan menggemaskan

Cuma bisa melihat dari jauh. via www.pexels.com

Kamu yang baru saja putus cinta, selalu memberikan citra yang bahagia tanpa pasangan setelahnya di depan semua orang. Tapi di satu titik waktu tertentu, kamu merasa sangat tersiksa melihat bagaimana teman-teman seumuranmu sudah menimang anak-anaknya yang lucu nan menggemaskan atau berasyik-masyuk dengan pasangan halalnya. Betapa hati tak geram melihat teman sebaya bisa sebahagia itu?

4. Lalu kamu pun berusaha membagi waktu untuk pekerjaan dan mencari tambatan hati yang baru. Sulitnya, minta ampun!

Jodohku… via stocksnap.io

Keirian itu lantas membuatmu untuk berusaha mencari tambatan hati yang baru. Membagi waktu sedemikian rupa untuk urusan asmara dan pekerjaan. Tapi, lagi-lagi kamu kewalahan dalam pencarian. Usia 25-an, bukan masanya untuk mencari pasangan yang hanya bisa diajak bersenang-senang. Sulit? Jangan ditanya. Bawaannya pasti sensi.

5. Alhasil, kamu hanya bisa memantaskan diri setelah kegagalan dalam hubungan asmara sebelumnya. Pengalaman yang tak ingin terulang

Mulai memperbaiki diri. via freestocks.org

Syahdan, kamu sadar bahwa mencari pasangan baru di usia ini sangatlah susah. Terlebih, ada satu masalah yang harus kamu selesaikan; memantaskan diri. Ya, introspeksi diri setelah kegagalan dalam membina hubungan asmara sebelumnya. Kamu harus bisa belajar dari kegagalan itu. Memantaskan diri agar menjadi pribadi yang lebih dewasa, dalam usia, dalam pemikiran.

6. Nggak ada cara lagi selain memperbaiki diri demi pasangan masa depan yang lebih baik nan mulia. Setiap waktu, kamu selalu berusaha

Sebuah cita-cinta. via stocksnap.io

Barangkali kamu membutuhkan waktu yang tidak sekejap dalam memantaskan diri. Tapi setelah itu, kamu akan berusaha untuk memperbaiki diri. Langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan agar kamu menjadi pribadi yang baik seutuhnya. Sebab hanya dengan begini, kamu bisa mendapatkan pasangan yang memang benar-benar layak untuk menjadi pendamping hidupmu. Urusan mantan, biar dia menyesal telah melepaskan seseorang seperti dirimu, seorang yang berpotensi menjadi pasangan hidup yang membanggakan.

Berat memang rasanya menjadi seseorang yang putus cinta di usia matang. Tapi hal ini bukan berarti kamu harus larut dan mengabaikan urusan cinta. Sebab kita tak pernah tahu, kapan cinta akan berlabuh.