Perkembangan teknologi sekarang juga ikut serta mengembangkan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Nggak cuma transaksi jual beli yang semakin dipermudah, namun berbagai profesi baru muncul seperti Selebgram, Selebtwit, Youtuber dan lain sebagainya. Pekerjaan ini memang berbasis media sosial. Mereka mengumpulkan pundi-pundi uang dari endorse serta jumlah viewers di setiap video yang mereka bikin.

Video review terhadap beberapa produk juga nyatanya membantu warganet yang ingin memastikan bentuk dan kualitas barang tersebut sebelum dibeli. Barang-barang yang di-endorse pun tentu juga mendapatkan efek, seperti peningkatan penjualan. Namun terkadang perkembangan ini nggak diiringi dengan pengawasan yang sesuai. Dari segi usia saja contohnya. Kini nggak sedikit konten dewasa yang bisa dinikmati anak di bawah umur begitu saja tanpa ada pengawasan. Hasilnya? Tentu sudah bisa dirasakan oleh sebagian dari kita. Lebih cepat dewasa dari yang seharusnya, degradasi moral, dan lainnya. Mungkin termasuk yang di bawah ini.

Dua orang bocah yang pastinya masih di bawah umur ini sedang melakukan review terhadap sebuah liquid vape yang berasal dari luar negeri

Bocah review liquid vape via www.facebook.com

Di awal video, bocah yang kira-kira masih mengenyam bangku sekolah dasar ini memperkenalkan diri. Namanya adalah Mister Prian dan Fajar. Entah karena video-video di Youtube sudah jadi makanan mereka sehari-hari, atau sering melihat orang-orang di sekitar, kedua bocah ini pun menjajal bagaimana rasanya jadi seorang vlogger. Mereka pun melakukan review sebuah produk. Sayangnya, produk yang diulas tersebut sangat tidak cocok dengan usia mereka. Ya, dengan percaya diri, mereka melakukan ulasan terhadap sebuah liquid rokok elektrik atau vape yang dipercaya berasal dari Amerika (meskipun belinya di Surabaya). Tanpa mengerti nama liquid-nya, termasuk harganya, yang jelas Prian meyakinkan warganet kalau liquid tersebut enak.

Sepanjang melakukan review salah satu bocah yang mencoba vape tersebut berkali-kali batuk bahkan meler

Bocah review liquid vape via www.facebook.com

Advertisement

Nggak bisa dimungkiri, meskipun mereka mencoba mengulas ala ala Youtuber, kedua bocah ini tetaplah anak-anak. Dengan keluguan mereka, di sela-sela video bocah yang mencoba rokok elektrik tersebut terbatuk-batuk. Bahkan dia juga terlihat beberapa kali menarik ingus dikarenakan hidungnya yang meler. Seorangnya lagi hanya bisa menimpali setiap omongan si pencoba rokok eletronik dengan kata-kata “mantap gaes, keren gaes, meletus-letus gaes, kayak petasan gaes” dan lainnya.

Mereka juga nggak lupa menunjukkan teknik merokok yang menghasilkan bentukan asap yang amburadul

Bocah review liquid vape via www.facebook.com

Sembari mencoba liquid yang dibilang enak itu, secara mengejutkan bocah ini sesekali nyeletuk kata-kata kasar seperti anj****, bang***, what the f***. Dan kata-kata tersebut seakan sudah biasa bagi bocah-bocah ini. Selain mencoba rasa liquid, kedua bocah ini juga sempat pamer teknik membentuk asap rokok dengan berbagai macam, seperti bentuk O (bahkan mau dibikin nama), teknik lava, dan lainnya. Hasilnya? Tentu saja amburadul. Wong masih bocah. Dan di akhir videonya, sang bocah berkata kalau dia merasa agak pusing gara-gara menghisap rokok elektronik tersebut.

Video ini tentu saja mendapat respon yang beragam dari warganet. Hampir keseluruhan menyayangkan video yang beredar ini. Pasalnya, orang yang mengulas liquid vape tersebut masih underage alias di bawah umur. Kok bisa-bisanya punya rokok elektronik plus liquid yang katanya berasal dari Amerika dengan mudah. Apalagi harga rokok elektronik dan liquid ini juga terbilang mahal. Bagaimana bisa mereka memiliki dan mencoba, bahkan membuat video seperti ini. Tentu ada pihak-pihak yang mendukung mereka namun tak mengerti bahwa ini adalah sesuatu yang nggak pantas (meskipun tujuannya untuk berkelakar saja).

Ihsan Hada**: Bunda ,pentingnya asi untuk tumbuh kembang dan kecerdasan anak,ASI yg terkontaminasi Micin akan menghasilkan generasi jem***
Rayhan Nugr***: inilah pentingnya peran ortu dalam mengawasi anak, klo anak dimanjakan dgn dikasih HP canggih otomatis dia bakal liat hal2 yg sebenernya belum boleh dia liat di usianya.. apalagi dia buka yutub terus liat yutuber2 yg kategorinya 18+ .. nakkk nakkk mau jadi apa kau ini -,- ..
Deacy Yuli***: Ya salam ….. kemajuan teknologi yg luar biasa. Mohon lebih bijak lagi jika dg pengawasan orang tua. Guru hanya mendidik di sekolah. Yg utama adl didikan orang tua di rumah.
Revolusi of Calm

Munculnya video ini tentu saja adalah pukulan yang sangat telat pada industri vape yang memang terbilang masih baru. Meskipun dalam banyak study, vape sudah terbukti jauh lebih tidak membahayakan efeknya dibandingkan rokok, mayoritas orang Indonesia yang setia pada rokok konvensional memang membenci vape. Ada banyak tuduhan buruk yang dikeluarkan orang-orang untuk mendeskreditkan vape. Bukannya mendukung vape, tapi kalau memang ternyata vape benar-benar bisa membuat orang berhenti mengkonsumsi rokok, kenapa tidak kita beri kesempatan? Sudah terbukti bahwa rokok adalah salah satu pembunuh paling kejam di Indonesia bukan? Namun, dengan adanya kasus ini, nampaknya kampanye untuk mengalihkan rokok pada vape akan semakin sulit.

Bagi yang penasaran sama tingkah polah anak di bawah umur ini, langsung aja tonton video berikut ini:

Vaping

Like Meme Politik Indonesia – Halo gaesss

Meme Politik Indonesia 2017 9 9

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya